Dalam sebuah kehidupan manusia, rasanya mustahil kalau tak pernah bersinggungan dengan kebudayaan. Karena, dari kita terbangun dari tidur sampai tidur lagi, tanpa sadar kita memang selalu bersinggungan dengan budaya.
Mulai dari cara bicara, cara berpakaian, kebiasaan makan, sampai bagaimana kita bersikap ke orang lain. Semuanya adalah bagian dari kebudayaan yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Kebudayaan bukanlah suatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah, setiap kelompok masyarakat, bahkan setiap negara punya ciri khas budayanya sendiri.
Namun menariknya, di balik perbedaan itu semua, ternyata ada unsur-unsur kebudayaan yang dimiliki oleh seluruh manusia di dunia. Inilah yang nantinya dipahami sebagai kebudayaan universal.
Dengan memahami kebudayaan dan unsur-unsurnya, kamu tak hanya menjadi memahami masyarakat, tapi juga lebih bisa menghargai perbedaan. Jadi disimak baik-baik ya materi kali ini tentang kebudayaan universal..
Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu buddayah, kata ini merupakan bentuk jamak dari budhi atau budi, yang berarti akal atau pikiran. Jadi, kebudayaan memang erat kaitannya dengan kemampuan manusia untuk berpikir, menilai, dan menciptakan sesuatu.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem yang dimiliki manusia, mulai dari perilaku, cara berpikir, sampai hasil karya yang semuanya diperoleh melalui proses belajar. Jadi, budaya bukanlah bawaan lahir, melainkan sesuatu yang dipelajari dalam kehidupan bermasyarakat.
Cara kita bersikap sopan, kebiasaan gotong royong, hingga aturan adat, semuanya terbentuk karena proses belajar yang berlangsung terus-menerus.
Sementara Selo Soemardjan menjelaskan kebudayaan sebagai hasil cipta, karya, dan karsa manusia. Yang berarti, apapun yang dihasilkan manusia lewat pikiran, tenaga, dan kemauannya bisa disebut sebagai budaya.
Budaya pun tak melulu tentang rumah adat atau pakaian tradisional. Cara berpikir, kebiasaan sehari-hari, bahkan sistem nilai yang dianut masyarakat pun juga termasuk kebudayaan.
Kalau dipikir-pikir, di mana pun manusia tinggal, pasti ada budaya yang berkembang. Fakta bahwa semua manusia di berbagai belahan dunia memiliki budaya inilah yang kemudian melahirkan konsep kebudayaan universal.
7 Unsur Kebudayaan
Sebelum masuk ke pembahasan kebudayaan universal, ada baiknya kamu memahami dulu unsur-unsur dari kebudayaan. Para ahli sosiologi dan antropologi sepakat bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yang selalu ada dalam setiap masyarakat, tanpa terkecuali.
Berikut berbagai unsur dari sebuah kebudayaan..
1. Sistem Religi (Kepercayaan)
Setiap kelompok masyarakat pasti memiliki cara sendiri dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan gaib atau spiritual. Ada yang mengekspresikannya lewat ritual, upacara keagamaan, doa-doa, atau aturan hidup yang dianggap sakral.
Sistem religi berperan penting karena memberikan arah dan pegangan hidup bagi masyarakat. Lewat kepercayaan, manusia merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya, entah itu Tuhan, alam, atau kekuatan supranatural lainnya.
Nilai-nilai moral dan etika pun sering kali bersumber dari sistem religi yang dianut.
2. Sistem Bahasa
Bahasa lebih dari sekadar alat untuk berkomunikasi. Lewat bahasa, manusia bisa saling memahami, menyampaikan ide, dan menyimpan pengetahuan.
Setiap budaya mempunyai bahasa dengan gaya tutur, kosakata, dan simbol yang berbeda-beda, makanya bahasa menjadi ciri khas yang kuat dari suatu masyarakat.
Tanpa bahasa, tradisi dan pengetahuan akan sulit diwariskan ke generasi berikutnya. Bahasa juga menjadi alat utama untuk menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan berkembang.
3. Sistem Ekonomi (Mata Pencaharian)
Di mana pun manusia berada, mereka pasti membutuhkan cara untuk bertahan hidup. Ada yang berburu, bertani, beternak, berdagang, atau yang bekerja di sektor industri dan jasa.
Semua aktivitas tersebut membentuk sistem ekonomi dalam masyarakat.
Sistem ekonomi tak hanya persoalan mencari uang, tapi juga mencerminkan bagaimana masyarakat mengelola sumber daya alam, membagi peran kerja, dan memenuhi kebutuhan bersama. Cara masyarakat bekerja sering kali dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan setempat.
4. Sistem Pengetahuan
Setiap masyarakat memiliki pengetahuan yang berkembang dari pengalaman hidup mereka. Pengetahuan ini bisa mencakup cara bercocok tanam, memahami perubahan cuaca, mengobati penyakit, sampai membangun rumah yang sesuai dengan kondisi alam.
Biasanya, pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan dipelajari lewat praktik langsung. Menariknya, pengetahuan lokal sering kali justru menjadi solusi paling efektif untuk permasalahan di lingkungan mereka sendiri.
5. Sistem Teknologi
Dalam konteks kebudayaan, teknologi mencakup semua alat yang digunakan manusia untuk mempermudah hidup, mulai dari alat masak tradisional, peralatan berburu, hingga sarana transportasi.
Setiap budaya memiliki teknologi yang berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya. Seiring waktu, teknologi pun terus mengalami perubahan dan perkembangan bersamaan dengan kebudayaan itu sendiri.
6. Sistem Kesenian
Seni adalah media ekspresi yang sangat kuat dalam kebudayaan. Lewat seni, masyarakat menyalurkan rasa, emosi, identitas, dan pandangan hidup mereka.
Bentuk kesenian bisa bermacam-macam bentuknya, seperti musik, tari, ukiran, lukisan, atau pakaian adat.
Setiap karya seni biasanya memiliki makna simbolis yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan nilai budaya masyarakatnya. Inilah yang membuat setiap budaya terasa unik dan memiliki warna tersendiri.
7. Sistem Lembaga Masyarakat
Agar kehidupan bersama bisa berjalan tertib dan harmonis, masyarakat membentuk berbagai lembaga sosial. Mulai dari keluarga, adat istiadat, sistem hukum, hingga kepemimpinan.
Lembaga-lembaga tersebut mengatur peran, hak, dan kewajiban setiap anggota masyarakat. Fungsinya tak hanya mengatur, tapi juga menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan sosial.
Kebudayaan Universal

Singkatnya, kebudayaan universal adalah kebudayaan yang dimiliki oleh setiap manusia di muka bumi, tanpa peduli di mana mereka tinggalnya, berasal dari suku apa, atau hidup di zaman apa. Maka dari itu disebut universal, karena sifatnya menyeluruh dan ada di setiap peradaban manusia.
Walaupun bentuk budayanya terlihat berbeda-beda, tetapi unsur dasarnya selalu sama.
Contoh paling dekat adalah bahasa, setiap kelompok masyarakat pasti mempunyai bahasa, entah bahasa daerah, bahasa nasional, atau mungkin bahasa isyarat. Inilah alasan mengapa bahasa disebut sebagai salah satu unsur kebudayaan universal.
Memang bahasa di tiap daerah atau negara tentu berbeda, cara ngomong orang Jawa saja sudah beda dengan orang Sunda, apalagi kalau dengan bahasa luar negeri. Tapi intinya tetaplah sama, yaitu sebagai alat komunikasi dan sarana menyampaikan pikiran, perasaan, serta pengetahuan.
Jadi, seperti contoh bahasa, meskipun bentuknya berbeda, fungsinya tetaplah serupa.
Begitu pula dengan unsur kebudayaan lain, seperti teknologi. Di masyarakat tradisional pun teknologi sudah ada, misal alat berburu, alat pertanian, atau peralatan dapur sederhana.
Semua kebudayaan pasti memiliki teknologi, hanya saja bentuk dan fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungannya masing-masing.
Sampai disini kamu sudah memahami kan? Mengapa unsur-unsur kebudayaan bisa disebut universal? Karena di mana pun manusia hidup, unsur-unsur tersebut pasti muncul dan berkembang, meskipun wujudnya berbeda-beda.
Wujud Kebudayaan
Jadi, kebudayaan memilii wujud yang bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian besar, ketiganya saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Berikut penjelasannya..
1. Gagasan (Ide)
Gagasan atau ide adalah wujud kebudayaan yang sifatnya abstrak alias gak kelihatan secara langsung. Isinya bisa berupa pikiran, nilai, norma, aturan, sampai keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat.
Walaupun gak bisa disentuh, justru bagian inilah yang menjadi dasar dari kebudayaan itu sendiri.
Contoh gampangnya seperti nilai gotong royong, sopan santun, rasa hormat kepada orang tua, atau kepercayaan terhadap hal-hal tertentu. Semua itu hidup di dalam pikiran masyarakat dan menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.
2. Aktivitas (Tindakan atau Perilaku)
Sedangkan aktivitas adalah wujud kebudayaan yang sudah bisa kita lihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas muncul ketika gagasan atau nilai diterapkan ke dalam bentuk tindakan yang nyata.
Misal masyarakat dengan nilai kebersamaan dan gotong royong, masyarakat pun jadi terbiasa saling membantu saat ada acara besar. Contoh lainnya seperti upacara adat, ritual keagamaan, kerja bakti, atau prosesi pernikahan tradisional.
Semua aktivitas tersebut mencerminkan nilai dan aturan yang hidup di masyarakat.
3. Artefak (Karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan yang paling nyata dan bisa disentuh. Artefak berupa benda-benda hasil karya manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau sebagai sarana ekspresi budaya.
Contohnya mulai dari rumah adat, pakaian tradisional, alat musik, senjata, ukiran, kerajinan tangan, sampai hasil teknologi modern. Artefak biasanya menjadi bukti fisik yang paling mudah dikenali dari suatu kebudayaan.
Proses Terbentuknya Kebudayaan
Lantas, kebudayaan itu dari mana datangnya? Apa budaya otomatis sudah ada begitu saja di suatu daerah, atau justru diciptakan oleh manusianya sendiri? Jawabannya, kebudayaan tentu dihasilkan oleh manusia, bahkan dimulai dari individu.
Setiap orang sebenarnya berpotensi untuk menciptakan budaya, yang disebut juga sebagai budaya individu. Budaya individu adalah hasil cipta atau pola pikir yang dimiliki seseorang.
Misal kamu menciptakan alat sederhana untuk mempermudah belajar, menggambar, atau menemukan cara baru yang lebih efektif untuk menyelesaikan tugas. Semua itu sudah termasuk bentuk budaya yang lahir dari seorang individu.
Lalu, budaya individu bisa berkembang menjadi budaya kelompok atau masyarakat ketika diterima, digunakan, dan diwariskan kepada orang lain. Dari sinilah kebudayaan terus tumbuh dan berkembang.
Terus, apa yang mendorong manusia sampai bisa menciptakan kebudayaan? Jawabannya karena manusia mempunyai dorongan atau motivasi dalam hidupnya. Ada empat dorongan utama yang menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah kebudayaan, yaitu..
1. Dorongan Naluri
Dorongan naluri muncul secara alami tanpa perlu dipelajari, dorongan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia. Contohnya adalah bayi yang menangis ketika lapar atau haus, dari dorongan inilah manusia mulai mencari cara untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya.
2. Dorongan Indrawi
Dorongan indrawi muncul karena rangsangan yang diterima oleh pancaindra, seperti melihat, mendengar, meraba, mencium, dan mengecap. Misal ketika kamu melihat pemandangan alam yang indah, lalu terinspirasi untuk melukis atau memotretnya.
Dari rangsangan indera itulah lahir sebuah karya dan kreativitas.
3. Dorongan Akal
Dorongan akal muncul karena manusia memiliki kemampuan berpikir dan bernalar. Dengan akalnya, manusia menciptakan alat, sistem, dan cara hidup yang lebih praktis.
Contohnya, untuk mempermudah menggambar lingkaran yang rapi, manusia menciptakan alat bernama jangka. Dorongan akal inilah yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Dorongan Religi
Dorongan religi berasal dari kepercayaan dan kebutuhan rohani manusia. Dari dorongan inilah terlahir berbagai tradisi, ritual, dan kebiasaan yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
Misal tradisi pemakaman yang diiringi doa-doa, perayaan hari besar keagamaan, atau upacara-upacara sakral lainnya. Dorongan religi menunjukkan bahwa kebudayaan tak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, namun juga kebutuhan batin manusia.
Penutup
Sampai disini, admin ingin menyimpulkan bahwa kebudayaan universal adalah bukti bahwa semua manusia, di mana pun berada, memiliki unsur-unsur kebudayaan yang sama. Meskipun bentuk dan penerapannya berbeda.
Dengan memahami materi tentang kebudayaan, tentu kamu bisa memahami bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkaya kehidupan manusia secara keseluruhan.