10 Nama Malaikat dalam Islam serta Tugasnya

Percaya akan adanya malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam Islam, yang tanpa keyakinan ini, keimanan seorang Muslim dianggap tidak sempurna. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari cahaya (nur) dan diciptakan untuk menjalankan perintah-Nya dengan penuh kepatuhan.

Mereka tidak memiliki keinginan atau kehendak pribadi, dan seluruh eksistensi mereka didedikasikan untuk menyembah Allah dan melaksanakan tugas yang telah ditetapkan bagi mereka.

Keberadaan malaikat memberikan banyak pelajaran penting bagi kehidupan kita. Mereka adalah contoh sempurna dari ketaatan dan ketundukan total kepada Allah. Tidak seperti manusia, mereka tidak memiliki nafsu atau keinginan yang bisa menghalangi tugas-tugas mereka. Malaikat juga tidak makan, minum, atau tidur seperti manusia.

Mereka adalah makhluk spiritual yang selalu berada dalam keadaan suci dan tidak pernah berbuat dosa. Dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis, disebutkan bagaimana malaikat terlibat dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari menyampaikan wahyu, mengatur rezeki, hingga mencatat amal perbuatan.

Sebagai seorang Muslim, memahami peran dan tugas malaikat dapat membantu kita memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Dengan menyadari bahwa ada makhluk-makhluk yang selalu mengawasi dan mencatat setiap perbuatan kita, kita akan menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih termotivasi untuk berbuat kebaikan.

Selain itu, pengetahuan tentang malaikat juga mengajarkan kita tentang kebesaran dan kekuasaan Allah yang menciptakan makhluk-makhluk yang begitu mulia dan penuh kekuatan.

10 Nama Malaikat dalam Islam beserta Tugas dan Sifatnya

1. Malaikat Jibril

Malaikat Jibril adalah pemimpin para malaikat dan dikenal sebagai penyampai wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul. Tugas utamanya adalah menyampaikan firman Allah kepada manusia, seperti yang terjadi ketika Jibril menyampaikan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Jibril juga berperan dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada para nabi, serta mengajarkan ilmu dan hikmah. Ia adalah perantara antara Allah dan manusia dalam hal penyampaian pesan ilahi.

2. Malaikat Mikail

Malaikat Mikail bertugas mengatur rezeki dan cuaca di bumi. Ia bertanggung jawab atas turunnya hujan, pertumbuhan tanaman, dan pembagian rezeki kepada seluruh makhluk hidup. Mikail juga mengatur distribusi rezeki secara adil sesuai dengan ketetapan Allah.

Selain itu, ia juga berperan dalam menjaga keseimbangan alam dan memastikan bahwa semua kebutuhan makhluk hidup terpenuhi.

3. Malaikat Izrail

Malaikat Izrail, yang juga dikenal sebagai Malaikat Maut, bertugas mencabut nyawa setiap makhluk hidup ketika waktu kematiannya telah tiba. Izrail menjalankan tugas ini dengan penuh ketelitian dan sesuai dengan ketetapan Allah.

Tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghindar atau menunda kematian yang telah ditetapkan untuknya. Tugas Malaikat Izrail ini mengingatkan kita akan kefanaan hidup dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.

4. Malaikat Israfil

Malaikat Israfil memiliki tugas yang sangat penting, yaitu meniup sangkakala pada hari kiamat. Tiupan pertama dari sangkakala akan memusnahkan segala sesuatu di alam semesta, sedangkan tiupan kedua akan membangkitkan semua makhluk untuk menghadapi hari perhitungan atau hisab.

Tugas Malaikat Israfil ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah dalam mengatur kehidupan dan kematian seluruh makhluk-Nya.

5. Malaikat Munkar

Malaikat Munkar adalah salah satu malaikat yang bertugas menanyai dan menguji orang yang telah meninggal di alam kubur. Bersama dengan Malaikat Nakir, Munkar akan menanyakan tentang iman dan amal perbuatan orang yang telah meninggal.

Pertanyaan-pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah orang tersebut hidup sesuai dengan ajaran Islam dan apakah ia beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

6. Malaikat Nakir

Malaikat Nakir bekerja sama dengan Malaikat Munkar dalam menanyai dan menguji orang yang telah meninggal di alam kubur. Mereka akan menanyakan tentang keyakinan dan perbuatan selama hidup di dunia.

Jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang yang telah meninggal akan menentukan nasibnya di alam kubur, apakah ia akan mendapatkan siksaan atau kenikmatan hingga hari kiamat tiba.

7. Malaikat Raqib

Malaikat Raqib bertugas mencatat semua amal baik yang dilakukan oleh manusia selama hidupnya. Ia selalu berada di sisi kanan manusia, mengamati dan mencatat setiap perbuatan baik, mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Catatan amal baik ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengadilan di hari kiamat, di mana setiap perbuatan akan diperhitungkan dengan adil.

8. Malaikat Atid

Malaikat Atid bertugas mencatat semua amal buruk yang dilakukan oleh manusia selama hidupnya. Ia selalu berada di sisi kiri manusia, mengawasi dan mencatat setiap perbuatan buruk yang dilakukan. Seperti halnya catatan amal baik, catatan amal buruk ini juga akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengadilan di hari kiamat.

Tugas Malaikat Atid mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan berusaha menghindari perbuatan dosa.

9. Malaikat Malik

Malaikat Malik adalah penjaga neraka. Ia bertugas mengawasi siksa yang dijalankan di neraka dan memastikan bahwa hukuman diberikan sesuai dengan ketetapan Allah. Malik digambarkan sebagai malaikat yang tegas dan tidak mengenal belas kasihan terhadap penghuni neraka.

Tugasnya adalah menjalankan perintah Allah dengan adil dan tepat, memberikan hukuman kepada mereka yang telah melakukan dosa-dosa besar dan tidak bertaubat.

10. Malaikat Ridwan

Malaikat Ridwan adalah penjaga surga. Ia bertugas menyambut dan melayani para penghuni surga dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan. Ridwan memastikan bahwa semua kebutuhan dan keinginan penghuni surga terpenuhi sesuai dengan janji Allah.

Tugasnya mencerminkan keindahan dan kebahagiaan yang menanti mereka yang beriman dan beramal saleh di akhirat nanti.

Sifat-Sifat Malaikat

1. Mulia

Malaikat adalah makhluk yang mulia. Hal ini disebutkan dalam surah ‘Abasa ayat 15 – 16.

بِأَيْدِى سَفَرَةٍۢ ١٥

كِرَامٍۭ بَرَرَةٍۢ ١٦

Artinya: “di tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbudi.” (QS ‘Abasa: 15-16)

Juga dalam surah Al Anbiya ayat 26.

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَـٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌۭ مُّكْرَمُونَ ٢٦

Artinya: “Mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebaliknya, mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.” (QS Al-Anbiya : 26)

2. Bergerak Cepat

Malaikat memiliki kemampuan bergerak cepat, seperti yang disebutkan dalam surat An Naziyat ayat 3-4.

وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ سَبْحًۭا ٣

فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ سَبْقًۭا ٤

Artinya: “demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah, (malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat.” (QS An Naziyat: 3-4)

3. Taat dan Takut kepada Allah

Malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan takut kepada Allah. Hal ini tercermin dalam Surat At Tahrim ayat 6

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ٦

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim : 6)

Juga dalam surat An-Nahl ayat 49-50

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍۢ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ٤٩  يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩ ٥٠

Artinya: “Hanya kepada Allah bersujud segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, yaitu semua makhluk yang bergerak (bernyawa). Para malaikat (juga bersujud) dan mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS An Nahl : 49-50)

4. Malaikat Utusan Allah

Malaikat adalah utusan Allah yang menjalankan berbagai tugas di alam semesta. Hal ini dijelaskan dalam Surat Fatir ayat 1.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍۢ مَّثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ ١

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Fatir: 1)

Berapakah Jumlah Malaikat?

Secara rinci, hanya Allah SWT dan Rasul-Nya yang tahu berapa jumlah malaikat yang sebenarnya. Namun, dalam hadis, disebutkan bahwa jumlah malaikat sangat banyak.

Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari.” (H.R Ibnu Majah).

Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Beriman kepada malaikat merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap Muslim. Keyakinan ini membawa banyak hikmah dan manfaat yang mendalam bagi kehidupan spiritual dan moral seorang Muslim.

Berikut adalah beberapa hikmah yang bisa dipetik dari keimanan kepada malaikat:

1. Meningkatkan Ketakwaan

Beriman kepada malaikat yang selalu mengawasi dan mencatat setiap perbuatan kita, baik yang baik maupun yang buruk, akan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara, serta berusaha untuk selalu melakukan perbuatan baik agar tercatat sebagai amal yang akan membawa kita ke surga.

2. Memperkuat Keyakinan akan Hari Akhir

Keyakinan bahwa malaikat bertugas menjalankan perintah Allah terkait hari kiamat, seperti meniup sangkakala oleh Malaikat Israfil, mencabut nyawa oleh Malaikat Izrail, serta mencatat amal perbuatan oleh Malaikat Raqib dan Atid, akan memperkuat keyakinan kita akan adanya hari akhir.

Ini mendorong kita untuk selalu mempersiapkan diri dengan beramal saleh dan menjauhi dosa.

3. Menumbuhkan Rasa Syukur

Malaikat Mikail yang bertugas mengatur rezeki dan cuaca, serta Malaikat Ridwan yang menjaga surga, mengingatkan kita bahwa semua nikmat yang kita peroleh di dunia ini berasal dari Allah. Keimanan kepada malaikat-malaikat ini menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan.

4. Meningkatkan Kesabaran dan Keteguhan Hati

Dengan menyadari bahwa segala sesuatu diatur oleh malaikat atas perintah Allah, kita akan lebih sabar dan tegar menghadapi cobaan hidup. Misalnya, ketika kita menghadapi kematian orang yang kita cintai, kita menyadari bahwa Malaikat Izrail hanya menjalankan tugasnya sesuai dengan ketetapan Allah.

5. Mendorong Perbuatan Baik dan Menjauhi Dosa

Keimanan kepada Malaikat Raqib dan Atid yang selalu mencatat amal perbuatan kita mendorong kita untuk memperbanyak amal baik dan menghindari perbuatan dosa. Kita akan lebih termotivasi untuk melakukan kebaikan meskipun tidak ada yang melihat, karena kita tahu bahwa malaikat selalu mengawasi.

6. Menguatkan Hubungan Spiritual dengan Allah

Beriman kepada malaikat sebagai makhluk yang taat dan tidak pernah membangkang kepada Allah mengajarkan kita untuk selalu tunduk dan patuh kepada-Nya. Ini memperkuat hubungan spiritual kita dengan Allah, dan membuat kita lebih fokus dalam ibadah dan ketaatan.

7. Mendapatkan Perlindungan dan Doa dari Malaikat

Malaikat-malaikat tertentu seperti Malaikat Jibril dan Mikail, seringkali mendoakan dan melindungi hamba-hamba Allah yang beriman dan beramal saleh. Dengan beriman kepada malaikat, kita menyadari bahwa ada makhluk-makhluk mulia yang selalu mendoakan kebaikan untuk kita.

8. Menghindarkan dari Keputusasaan

Keimanan kepada malaikat juga menghindarkan kita dari keputusasaan. Kita percaya bahwa malaikat selalu ada untuk membantu dan mendukung kita dalam menjalankan kehidupan ini sesuai dengan kehendak Allah.

9. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Keyakinan bahwa malaikat mencatat setiap amal perbuatan kita, baik yang besar maupun yang kecil, mendorong kita untuk lebih peduli terhadap sesama. Kita akan lebih bersemangat dalam berbuat baik dan membantu orang lain, karena kita tahu bahwa amal tersebut akan mendapatkan balasan dari Allah.

10. Menumbuhkan Rasa Ketenangan dan Kedamaian

Dengan beriman kepada malaikat, kita merasa lebih tenang dan damai karena mengetahui bahwa ada makhluk-makhluk yang selalu menjalankan tugas-tugas ilahi untuk menjaga dan melindungi kita. Ini memberi kita rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penutup

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki tugas dan peran khusus dalam kehidupan manusia. Mereka selalu taat kepada Allah dan tidak pernah membangkang terhadap-Nya. Beriman kepada malaikat adalah salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh setiap Muslim.

Dengan memahami tugas dan sifat malaikat, kita dapat lebih menghargai dan memahami kebesaran Allah serta memperkuat keimanan kita.